Tuhan tidak tertawa

bukan langit yang menertawakan kita saat semua menjadi sulit dan berat, orang-orang yang melakukannya

ketika semua terlihat mudah dan kita lupa, lagi, bukan Dia yang tertawa

saat semua umpatan lari berkeliaran, Dia juga tidak marah, dan saat semua kembali seperti yang kita minta, Dia tidak menerima apapun

tidak ada yang bisa Dia tertawakan, tidak satu pun yang dikehendaki-Nya bisa dinikmati-Nya


ragu

“bagaimana keadaan korban meninggal? Sudah bisa dimintai keterangan dia berasal darimana?”

Saya tidak melucu dengan kalimat ini, saya sama kecewanya dengan kalian yang entah ada di pihak siapa untuk kejadian ini. Tuhan Maha Tahu, dia yang meninggal sudah relakan pergi, dan semoga bumi mendapat penggantinya yang lebih baik.


Valtari Hour

Sigur rÓs, Ka Aros yang memperkenalkan mereka kepada saya. Saat itu kejenuhan dengan playlist sudah tidak lagi tertahan dan saya butuh sesuatu yang benar-benar baru-dan-boleh-saja aneh. Pertama medengar saya tertarik dan membajak semua lagunya (saya janji suatu saat nanti saya pasti beli) sampai akhirnya Ka Faiz memberikan saya sebuah album tur mereka di Iceland , Heima. Buat saya musik mereka tinggi, tinggi dalam arti sebenarnya. Setiap medengar mereka, entah darimana asalnya, tiba-tiba kepala saya menengadah keatas seolah tubuh saya tahu itu adalah cara yang tepat untuk menikmati lagu-lagunya, perlahan saya tersenyum dan membatin, saya bisa mendengarkan ini selamanya.

Beberapa menit yang lalu, kembali saya menemukan perasaan itu. Terima kasih untuk karya-karya kalian, sampai bertemu di Valtari.


ikat

pribadi sih, tidak perlu terikat apapun yang tidak menjamin keabadian

karena satu-satunya yang akan melepas ikatan itu, adalah kekecewaan

hanya akan berakhir penyesalan


aku selalu mendengarmu, ketika tak bisa..itu karena bising di luar
eks prase

saya menerima kekecewaan

momen itu penting dan merayakan itu perlu,

setidaknya diam saat menurut kalian itu tidak ideal..

mereka hanya korban dari kebodohan pendahulunya,

kita adalah korban dari kesalahan pendahulunya..


lagu rintik

dulu sekali, saat mencoret-coret dengan apapun masih sangat menyenangkan..

lagu ini, sesekali mengiringi..

dan entah bagaimana, mengubah gambarku..

hujan rintik-rintik..air bergelombang

dua mata air..setengah lingkaran

adik minta topi..kasih ondel-ondel

tiga tambah tiga..sama dengan enam

enam kali enam..tiga puluh enam

enam enam, jadilah boneka

masih kalian ingat kan :)


steal and make it your own, because nowadays no one really cares if it’s “not genuine”.
mai brein

[Flash 9 is required to listen to audio.]

satu lagu dari masa kecil, dulu ayah sering banget nyanyi ini..
“andaai dipisah, lauut dan pantai..tak aakan goyah, gelora cintaa”

entah lagu sekarang akan dikenang sebagai apa puluhan tahun nanti, 

0 plays

geretak

dua hari ini seperti si dungu

menggeretakan gigi dan mendengar suara beradu

*trutuk trutuk*

pelan dan semakin perlahan

*tuk tuk tuk*

semakin lambat dan tetap mendengarkan

*tk   tk   tk*

kita bisa lebih baik saat tenang

bahkan untuk yang sedang sakit gigi



1 2 3 4 5 6 7 8 9 10